Selasa, 03 Agustus 2010

ANGIN LALU

baru saja ku memulai
mimpi indah yang kubangun
di atas doa dan harap
dan kini
semua sirna
seturut bayang lalumu

ciptakan lamunan kerinduan
bersama semu wajahmu

kau berjalan
tanpa henti
walau ku menghadang
tak kau hiraukan

aku seperti angin lalu
yang kau acuhkan
bahkan kau campakkan
walau disini ku genggam cinta
tuk ku persembahkan padamu

kau buang semua angan dan juga mimpiku
hingga aku takut menjemput impian
dan kembali merindumu

Minggu, 01 Agustus 2010

MEMBUSUK UNTUK PERGI

masa kan terus bergulir
hingga muara kan terombang ambing
dan waktu kan terus berbicara
dalam diam

keheningan malam kan selalu menemani
setiap langkah kaki berpijak

mimpi-mimpi kan bayangi hidup yang samar
tak satu pun pasti
tak satupun nampak begitu jelas

hingga petang usai memanja
dan fajar kian menyingsing
membangunkan lelap yang melekat
bergulir
dan kan terus bergulir

dan waktu menghantarkan pada sebuah penantian
menanti waktu tuk bersahabat dengan tanah merah
terpendam dalam
lalu membusuk untuk pergi

Sabtu, 24 Juli 2010

TAK KAN TERUNGKAP

kata-kata ini
tertuang dalam kisah
yang entah kemana kan bermuara
diselimuti tanya
yang entah kapan kan terjawab

begitu banyak bintang kerlingkan cahaya
tak satu pun teraih
semua semu
dan tak sampai ku dekati

termenung
duduk menatap langit jingga
bersama kicauan burung kian meredup
hingga sunyi meraih angan

senandung bergulir dalam redup cahaya
dan terang bergulir kelam

keindahan itu
gambaran kerinduan
yang terpendam
dan tak kan terungkap

MENUNGGU MIMPI

semua pergi
di malam yan begitu sunyi
entak kemana angin membawa pergi
ku cari
namun tak ku temukan

mungkin waktu
tak menempatkan segala keindahan pada suatu detik

bahkan detak itu
sekejap menghilang
seiring pasir berbisik
tak lagi terdengar
dentuman itu
membentuk di setiap pijakan

apa yang akan dikatakan mentari di esok pagi
saat fajar menyingsing
dan aku masih terjaga
menunggu mimpi

Jumat, 23 Juli 2010

PERIH RINDU

kau pergi
saat rindu ini menyesak
terhujam di dada
oleh raut wajahmu
begitu dalam
bahkan terlalu dalam

ciptakan keraguan
dan ketakutan

ku letakkan harap
tuk terbebas dari perih ini
agar ku tak lagi mengenal
bahkan kecap rasa itu kembali

anggur itu begitu pekat
ku cicipi lalu ku terbuai
dan terbangun
tanpa dirimu
tuk yakinkan aku
akan hari esok
kan terus bersinar

tak lagi ku meletakkan harap
tuk terbangun di hari esok
karena bayangmu
tak sanggup ku genggam
terus
dan terus menghantui
dalam setiap nafas yang ku hirup

KAU TLAH PERGI

semua sekejap teringat
ketika namamu terucap
pada bibir manusia
kukecap pahit
dan ku tahan airmata
semua angan tentangmu
masih begitu segar

hati tercabik perih
rasa tak sanggup menahan
senandung itu tak lagi ku putar
tak lagi

namun ronamu
merdu suaramu
tak sanggup ku hapus begitu saja

semua begitu lekat
dan tak lekang oleh waktu
tak sanggup pudar
dan menghilang
dari ingatan
ya dari ingatan

kini kita brada ditempat yang berbeda
namun nafasmu hidup di sisi
benar2 tak kan pernah mati
hingga esok berhenti

mimpimu terus membara
seperti nyala api pada unggun

ku rasa begitu cepat
semua tak bersisa
hanya ada kisah yang tlah lalu
tentang kamu ,, dia ,, dan kita

ku nyanyikan nada2 itu
ketika bersamamu
dan mimpi itu seakan nyata
bersamamu

ku kan rindukan gelak tawa
dan celoteh manis itu
kau tak akan pernah terlupakan
wlau kau tlah jauh dari sisi

hingga waktu kan pertemukan kembali
rajut kisah bersama

Selasa, 13 Juli 2010

PRETEND

sometimes i prefer to pretend
pretending to be blind
coz i'm afraid with what i see

sometimes i prefer to deny
denying to be deaf
coz i don't hear with what i hear

i'm afraid to see the sun
when it shines so bright
but i can't see

i'm afraid to listen the song
when the ryhm played
but i can't hear